Dalam tausiyahnya, Munawaroh menegaskan bahwa ketertiban merupakan bagian penting dari ajaran Islam dan menjadi cerminan kualitas keimanan seorang Muslim.
“Ketertiban adalah sikap taat pada aturan, disiplin dalam bertindak, serta menempatkan sesuatu pada tempatnya. Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ketertiban,” ujarnya membuka kultum.
Ia mengawali dengan mengucapkan salam serta puji syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala atas nikmat iman, Islam, dan kesehatan. Shalawat dan salam juga disampaikan kepada Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan utama dalam menjalankan kehidupan yang teratur dan disiplin.
Ketertiban dalam Ibadah
Munawaroh menjelaskan bahwa dalam ibadah sehari-hari, Allah telah mengajarkan umat Islam untuk hidup teratur. Ia mencontohkan pelaksanaan shalat yang memiliki waktu-waktu tertentu serta tata cara yang telah ditetapkan secara rapi dan berurutan, mulai dari takbiratul ihram hingga salam.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keteraturan bukan hanya dalam aspek spiritual, tetapi juga dalam pembentukan karakter.
Sebagai penguat, ia membacakan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Qur'an, tepatnya QS. Surat As-Saff ayat 4:
“Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam barisan yang teratur, seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. As-Saff: 4)
Ayat tersebut, lanjutnya, menggambarkan betapa Allah mencintai keteraturan dan kerapian, bahkan dalam kondisi perjuangan sekalipun.
Ketertiban dalam Kehidupan Sehari-hari
Tidak hanya dalam ibadah, Munawaroh menekankan bahwa ketertiban harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seorang Muslim, di antaranya:
Tertib dalam menjaga waktu
Tertib dalam menaati peraturan
Tertib dalam menjaga kebersihan
Tertib dalam berbicara dan bersikap
Ia mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan momentum terbaik untuk melatih kedisiplinan, mulai dari menahan diri, mengatur waktu sahur dan berbuka, hingga meningkatkan kualitas ibadah.
“Kita belajar sabar, belajar tepat waktu, belajar menjaga lisan. Semua itu bagian dari ketertiban yang akan membentuk pribadi Muslim yang lebih baik,” tambahnya.
Harapan dan Penutup
Melalui kultum ini, diharapkan seluruh jamaah dapat menjadikan nilai ketertiban sebagai karakter yang melekat dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun masyarakat. Ketertiban bukan hanya menciptakan ketenangan, tetapi juga memperkuat ukhuwah dan membangun lingkungan yang harmonis.
Kegiatan kultum Ramadhan di KUA Kecamatan Kraton ini menjadi salah satu bentuk pembinaan keagamaan yang rutin dilaksanakan guna meningkatkan pemahaman dan pengamalan ajaran Islam di tengah masyarakat.
Kultum ditutup dengan doa bersama agar Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa membimbing umat Islam menjadi pribadi yang tertib, disiplin, dan istiqamah dalam menjalankan perintah-Nya.
Ria/red

Posting Komentar untuk "KUA Kraton Gelar Kultum Ramadhan: Tekankan Ketertiban dalam Kehidupan Seorang Muslim"